BI Singgung Pembentukan Mata Uang Digital untuk Awasi Risiko Kripto 

Anggie Ariesta
BI menilai perlunya mata uang digital untuk mengawasi risiko kripto. (Foto: iNews.id)

Bersamaan dengan ketidakpastian yang muncul akibat kebijakan tarif Amerika Serikat, perlambatan ekonomi dunia, tingginya utang pemerintah dan suku bunga acuan bank-bank sentral di negara maju. 

Kemudian, ada pula tingginya kerentanan dan risiko sistem keuangan dunia karena transaksi produk derivatif yang berlipat, terutama hedge fund. 

“Kelima gejolak global tersebut berdampak negatif ke berbagai negara. Indonesia, tidak terkecuali perlu merespon dengan kebijakan yang tepat, menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan lebih tinggi dan berdaya tahan, tangguh dan mandiri,” ucapnya. 

Dari rentetan gejolak global tersebut, menurut Perry, kunci untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan tinggi, kuncinya hanya satu, yaitu sinergi. 

“Dengan sinergi itu, InsyaAllah kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026-2027 akan lebih baik. Pertumbuhan lebih tinggi, konsumsi dan investasi meningkat, ekspor cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dunia, inflasi terkendali dalam sasaran,” kata Perry.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
19 jam lalu

BI Ungkap Aliran Modal Asing ke RI di 2026 Tembus 13,23 Miliar Dolar AS

3 hari lalu

Peretasan Kripto Terbesar dalam Sejarah, Binance Siapkan Rp114 Triliun untuk Ganti Rugi

7 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

10 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Buka Suara dan Pantau Pergerakan Kurs

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal