Bisnis Perhotelan Terdampak Efisiensi Anggaran Pemerintah, PHRI Jateng: 60 Persen Andalkan MICE

Eka Setiawan
Ilustrasi, bisnis perhotelan terdampak berat efisiensi anggaran pemerintah. (Foto: Istimewa).

SEMARANG, iNews.id – Dunia perhotelan di Jawa Tengah (Jateng) terdampak berat efisiensi anggaran pemerintah. Selama ini mayoritas perhotelan di Jateng mengandalkan Meetings, Incentives, Conventions and Exhibition (MICE).

Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng Benk Mintosih mengatakan, memang ada angin segar, ketika Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mulai membuka keran pemerintahan bisa berkegiatan di hotel. 

Dalam konteks ini, kata dia PHRI mendorong pemerintah bisa mengontrolnya dengan cara membuat MoU untuk menghindari kecurangan anggaran di lapangan.

“Jateng ini 60 persennya MICE, enggak ada segmen lain. Nah, 80 persen dari MICE itu adalah pemerintah. Ini sebabnya yang membuat mereka (perhotelan) berat. Omzetnya MICE lebih besar dari tamu ketengan gitu,” kata Benk Mintosih kepada iNews, Selasa (10/6/2025) malam.

Saat ini, kata dia Jateng sudah tidak ada pekerja harian hotel. Meskipun, lanjut dia tiap hotel variatif, misalnya karyawan masuk seminggu sekali bergantian. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Sri Mulyani Gerak Cepat, Efisiensi Anggaran 2026 Diatur Ketat dari Sekarang

11 hari lalu

Rapat Bareng Mendagri-DPR, Kepala Daerah Curhat Efisiensi Anggaran Hambat Pembangunan

14 hari lalu

Hotel di Kuningan Jaksel Kebakaran, 15 Damkar Dikerahkan

21 hari lalu

Tragis! Pria Ditemukan Tewas Diduga Loncat dari Lantai 46 Apartemen di Jaksel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal