Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas gempa lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat. Sementara itu, aktivitas pada klaster bagian timur mulai mengalami penurunan secara bertahap.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa melalui sistem pemantauan real-time selama 24 jam. Analisis dilakukan terhadap jumlah kejadian, magnitudo, persebaran sumber gempa, arah pergerakan aktivitas hingga karakteristik sumber gempa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi terkait perkembangan gempa dapat disampaikan secara akurat dan tepat waktu kepada masyarakat maupun instansi terkait.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Informasi resmi ini dapat diakses publik secara luas melalui kanal media sosial resmi BMKG seperti di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel,” pungkasnya.