BMKG Jelaskan Fenomena Suhu Dingin selama Musim Kemarau, Capai 15 Derajat Celsius

Binti Mufarida
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan fenomena suhu dingin saat kemarau (Foto: BMKG)

Guswanto kembali menjelaskan bahwa kondisi suhu lebih dingin tidak berkaitan dengan clear sky atau kondisi langit tanpa awan. Saat ini, kondisi di wilayah Indonesia berupa angin yang tenang di malam hari menghambat pencampuran udara, sehingga udara dingin terperangkap di permukaan bumi.

Bahkan, daerah dataran tinggi atau pegunungan cenderung lebih dingin karena tekanan udara dan kelembaban yang lebih rendah. Kondisi dingin ini merupakan fenomena umum yang umum terjadi di Indonesia saat musim kemarau.

“Diketahui mbedhidhing dari data suhu malam hari yang terjadi bulan Juli-Agustus, dibandingkan normalnya. Dingin itu kan ada ukurannya. Misalkan suhu, normalnya di malam hari bersuhu 21-23 derajat Celsius, pada bulan Juli-Agustus bisa 17-19 derajat Celsius,” katanya. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Buletin
8 jam lalu

Detik-Detik Pencurian Kotak Amal di Musala Terekam CCTV

Internasional
17 jam lalu

Gempa Besar M6,4 Guncang Vanuatu, Tak Berpotensi Tsunami

Nasional
23 jam lalu

Daryono Mundur dari Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Ada Apa?

Buletin
1 hari lalu

Polisi Kejar Penulis Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal