BMKG: Malam Terasa Lebih Dingin di Pulau Jawa karena Pergerakan Udara dari Australia

Antara
Ilustrasi, prakiraan cuaca berdasarkan pengamatan BMKG. (Foto: Dok. Sindo Media).

"Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau. Hal ini menyebabkan seolah aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia," katanya.

Dampak penurunan suhu ekstrem tersebut, lanjut dia juga dapat menyebabkan beberapa tempat seperti Dieng dan dataran tinggi lainnya mengalami fenomena embun es atau embun upas yang menyerupai salju.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyampaikan, berdasarkan pengamatan BMKG, saat ini rata-rata suhu minimum dan maksimum di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator seperti Jawa, Bali dan Nusa Tenggara umumnya lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain yang berada di utara atau di sekitar garis khatulistiwa.

"Suhu udara minimum berkisar antara 14-21 derajat Celcius dengan suhu terendah tercatat di Maumere, NTT dan Tretes, Kabupaten Pasuruan, Jatim," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gempa M6,3 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

4 hari lalu

Asap Karhutla Tak Lagi ke Pulau Jawa, Pemprov DKI Tetap Siagakan Rumah Sakit hingga Puskesmas

4 hari lalu

Gempa Bumi M3,1 Guncang Mamuju Tengah Sulbar, Berpusat di Darat

4 hari lalu

Gempa Terkini M5,3 Guncang Labuan Bajo NTT, Kedalaman 10 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal