BMKG Nilai Gempa Bumi di Majene dan Mamuju Kurang Lazim

Okezone
Ariedwi Satrio
Situasi pascagempa di Mamuju dan Majene. (Foto: iNews/Muhammad Leo).

Daryono menjelaskan, perilaku gempa memang sulit diprediksi dan menyimpan banyak ketidakpastian. Oleh karenanya, BMKG baru dapat mengkaji secara spasial dan temporal. "Akan tetapi, untuk mengetahui besarnya medan tegangan riil dan perubahannya pada kulit bumi masih sulit dilakukan," kata Daryono.

Sekadar informasi, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Majene, SulBar pada Jumat, 15 Januari 2021, sekira pukul 02.28 WIB, dini hari. Sebelumnya, Majene juga telah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,9 pada Kamis 14 Januari 2021, siang hari pukul 13.35 WIB.

Hingga, Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 06.32.55 WIB, pagi, wilayah Majene dan Mamuju kembali diguncang gempa susulan dengan magnitudo 4,8. Gempa ini adalah gempa ke-32 yang terjadi sejak terjadinya gempa pembuka pada Kamis, 14 Januari 2021.

"Jika mencermati aktivitas gempa Majene saat ini, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah. Padahal stasiun seismik BMKG sudah cukup baik sebarannya di daerah tersebut. Sehingga gempa-gempa kecil pun akan dapat terekam dengan baik. Namun hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa Majene ini memang miskin gempa susulan (lack of aftershocks)," ucap dia.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Buletin
2 hari lalu

Gempa Pacitan M 6,4 Telan Korban Jiwa, Sejumlah Rumah Roboh

Buletin
2 hari lalu

Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Tewaskan 1 Warga, Sejumlah Rumah Rusak

Nasional
3 hari lalu

BMKG Ungkap Pacitan Diguncang Gempa Megathrust, Ini Penjelasannya

Megapolitan
7 hari lalu

Waspada! BMKG Prediksi Jabodetabek Diguyur Hujan Sedang-Lebat hingga 5 Februari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal