BMKG Nilai Gempa Bumi di Majene dan Mamuju Kurang Lazim

Okezone
Ariedwi Satrio
Situasi pascagempa di Mamuju dan Majene. (Foto: iNews/Muhammad Leo).

JAKARTA, iNews.id - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menilai gempa bumi yang terjadi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), tergolong kurang lazim dan aneh. Sebab, gempa bumi yang terjadi di dua kabupaten tersebut tidak banyak gempa susulan. 

"Fenomena ini agak aneh dan kurang lazim. Gempa kuat di kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak aktivitas gempa susulan," ujar Daryono melalui pesan singkatnya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (17/1/2021).

"Akan tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pasca terjadinya Gempa Utama magnitudo 6,2 hingga saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan," sambungnya.

Daryono membandingkan gempa berkekuatan besar yang terjadi di Sulbar dengan daerah lainnya. Dimana, kata Daryono, biasanya gempa berkekuatan besar akan selalu diikuti banyak gempa gempa susulan. Namun, fenomena tersebut berbeda dengan gempa di Majene dan Mamuju.

"Jika kita bandingkan dengan kejadian gempa lain sebelumnya dengan kekuatan yang hampir sama, biasanya pada hari kedua sudah terjadi gempa susulan sangat banyak, bahkan sudah dapat mencapai jumlah sekitar 100 gempa susulan," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
20 jam lalu

Gempa Terkini M5,8 Guncang Ternate Malut Pagi Ini, Getaran Terasa hingga Manado

3 hari lalu

Gempa Terkini M5,6 Guncang Gayo Lues Aceh, Berpusat di Darat

5 hari lalu

Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Mengintai di Sejumlah Perairan hingga 23 Juli 2026

5 hari lalu

Bogor Diguyur Hujan Deras, BMKG: Bukan Tanda Musim Kemarau Berakhir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal