BMKG Ungkap Modifikasi Cuaca Tingkatkan Curah Hujan hingga 40 Persen saat Musim Kemarau

Binti Mufarida
Ilustrasi pesawat BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menebar garam di langit untuk mencegah banjir akibat cuaca ekstrem. (Foto: Istimewa)

Faisal menuturkan, fokus OMC diarahkan untuk menjaga ketersediaan air di waduk sekaligus mengurangi risiko karhutla melalui pembasahan lahan gambut.

"Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk," ucapnya.

Sementara itu, untuk penanganan karhutla, BMKG memprioritaskan enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah gambut di sana agar dia tidak mudah terbakar," kata dia.

Faisal menambahkan, pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan kajian ilmiah, termasuk pemantauan muka air tanah dan kondisi atmosfer di setiap wilayah. Menurutnya, pendekatan preventif tersebut membuat kebakaran hutan dan lahan relatif lebih terkendali dibandingkan saat El Nino 2015.

"Jadi tidak serta-merta tanpa didasari dengan kajian ilmiah kita melakukan modifikasi cuaca, tapi semuanya berbasis ilmiah," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 bulan lalu

El Nino Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2026, BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca

3 bulan lalu

Instruksi Prabowo Hadapi Kemarau: Modifikasi Cuaca, Isi Waduk-Waduk

3 bulan lalu

BMKG Bakal Modifikasi Cuaca Jakarta saat Kemarau, Bikin Suhu Udara Lebih Adem

3 bulan lalu

Siklon Tropis Haishen Mengintai di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal