BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Indonesia Belakangan Bikin Gerah, Bukan karena Heatwave

Binti Mufarida
BMKG menjelaskan penyebab cuaca panas yang menyebabkan hawa gerah di Indonesia akhir-akhir ini. Ternyata bukan disebabkan heatwave. (Foto: Cahya Sumirat)

BMKG menjelaskan gelombang panas adalah fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan dengan kriteria terjadi selama lima hari atau lebih secara berturut-turut dengan suhu maksimum harian di wilayah tersebut lebih tinggi 5 derajat celsius atau lebih dari suhu maksimum rata-rata.

“Fenomena gelombang panas ini umumnya terjadi di wilayah dengan lintang menengah hingga lintang tinggi seperti di negara-negara Asia bagian utara, Australia, Afrika bagian Selatan, Eropa dan Amerika,” jelas BMKG.

Gelombang panas, kata BMKG, dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah yang sangat luas. Anomali dinamika atmosfer ini pada umumnya disebabkan adanya sistem tekanan tinggi dalam skala yang sangat luas dan pada rentang waktu yang cukup lama.

“Kondisi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain mengalir masuk ke area tersebut sehingga semakin lama sistem tekanan tinggi ini bertahan di suatu area, maka semakin meningkat panas dan semakin sulit awan tumbuh di area tersebut,” tutur dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Ada 3 Bibit Siklon Tropis, Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter 

Nasional
2 hari lalu

BMKG Ungkap Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus

Nasional
3 hari lalu

BMKG Ungkap Musim Kemarau Lebih Awal, Waspada Kekeringan dan Karhutla 

Nasional
3 hari lalu

BMKG Prediksi Musim Kemarau bakal Lebih Panjang, Dimulai April 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal