BNN Segera Teliti Penggunaan Ganja Medis, Gandeng Kemenkes dan BRIN

Felldy Aslya Utama
Rapat antara BNN dan Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/5/2025). (Foto: Felldy Aslya Utama)

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan menyinggung anak bernama Pika yang mengidap penyakit dan sudah meninggal dunia dalam rapat itu. Dia mengatakan satu-satunya obat sang anak adalah ganja medis.

"Hari ini tepat 48 hari Pika meninggal dunia, seorang anak bangsa yang meninggal bukan karena perang, bukan karena bencana, bukan karena ancaman lainnya, tetapi karena negara terlalu lama berdiskusi tentang sebuah riset yang tak kunjung dimulai," tutur Hinca.

Padahal, kata Hinca, MK telah mengeluarkan dua putusan atas uji materi Undang-Undang Narkotika dan memerintahkan negara untuk melakukan riset penelitian.

"Maka saya ingin bertanya kepada BNN karena di situ dalam struktur organisasi di bawah Menko Polkam itu ada Menteri Kesehatan, pertanyaan saya sejauh mana komunikasi BNN dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana penelitian ganja medis ini, ini penting dijawab karena itu perintah konstitusi," tutur Hinca.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
18 jam lalu

Vaksin HPV Bakal Gratis untuk Perempuan Dewasa pada 2027? Ini Kata Kemenkes!

19 jam lalu

Mulai 2027, 6 Provinsi Ini Gratiskan Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki

2 hari lalu

Pemerintah Tambah Rp20 Triliun untuk Dana Abadi Riset, Anggaran Penelitian Naik

2 hari lalu

Prabowo Minta BRIN Percepat Vaksin Malaria, Riset Karhutla hingga Energi dari Limbah Sawit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal