BNPB Catat 7 Rumah Rusak Berat akibat Gempa M 6,9 di Banten

Irfan Ma'ruf
Warga memotret kerusakan dinding GOR Pasir Ona di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (2/8/2019). Gempa bumi dengan magnitudo 6,9 menyebabkan sejumlah rumah rusak berat. (Foto: Antara/M Bagus Khoirunas).

Gempa bumi bermagnitudo 6,9 (sebelumnya dinyatakan 7,4) dirasakan dengan durasi berbeda di beberapa wilayah. Warga di Kabupaten Pandeglang merasakan getaran 5 – 10 detik. Warga panik dan keluar rumah. Sebagian mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.

Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1–5 detik. Mereka juga panik, namun tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi, mereka merasakan getaran lebih lama yaitu 15–20 detik. Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah.

”Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5 – 7 detik, sedangkan Kota Bogor 15–25 detik,” ujarnya.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB. Gempa magnitudo 6,9 ini terjadi pada pukul 19.03 WIB, berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BNPB Pulihkan Jaringan Air Bersih di 7 Desa Magelang yang Terdampak Banjir Lahar Gunung Merapi

57 tahun lalu

BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Pesisir Barat Sumatra, Percepat Peringatan Dini Tsunami

57 tahun lalu

BMKG: 48,9 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Juli-September 2026

57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Kisah Sekuriti Mal Selamat setelah 8 Hari Terkubur di Bawah Gedung 9 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal