"Dari sisi udara, BNPB mengoperasikan 61 unit armada yang terdiri dari 24 unit Patroli/CASA/OMC dan 37 unit Helikopter Water Bombing. Sebanyak 52 unit ditempatkan di 6 provinsi prioritas dan 9 unit disiagakan di luar provinsi prioritas," kata Berton dalam keterangannya, dikutip Kamis (29/10/2026).
Selain pemadaman langsung di lokasi kebakaran, BNPB mengoptimalkan pembasahan lahan melalui OMC. Pada Selasa (27/10/2026), operasi tersebut dilaksanakan di tiga provinsi dengan total 18 sorti penerbangan penyemaian. Dalam operasi itu, petugas menyebarkan 22.400 kilogram natrium klorida (NaCl) dan tambahan 2.200 kilogram dry ice.
Berton mengatakan, operasi tersebut menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah.
"Hasilnya, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berhasil turun di 7 wilayah Kalimantan Tengah, 12 wilayah Kalimantan Selatan, serta wilayah OKI, Banyuasin, dan Palembang di Sumatera Selatan," kata Berton.
Sementara itu, penanganan karhutla di luar wilayah prioritas juga dilakukan di Papua. BNPB mencatat luas lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 2.393 hektare, dengan rincian Papua Barat Daya 2.131,4 hektare, Papua Tengah 100,2 hektare, dan Papua Selatan 161,5 hektare.