BNPB Temukan Ratusan Tambang Emas Ilegal di Taman Nasional Halimun Salak

Felldy Aslya Utama
Anggota tim SAR gabungan mencari korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020) lalu. (Foto: Antara/Galih Pradipta).

JAKARTA, iNews.id – Pantauan dari udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan ratusan tenda tambang emas ilegal atau gurandil menjamur di wilayah konservasi hulu Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Keberadaan gurandil ini ditengarai menjadi salah satu pemicu bencana banjir dan tanah longsor di Bogor, Jawa Barat.

Pantauan udara dengan menggunakan helikopter dilakukan Kepala BNPB Doni Monardo bersama Dirjen Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wiratno, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, dan Bupati Bogor Ade Yasin, Sabtu (18/1/2020). Menurut Doni, keberadaan gurandil harus disampaikan ke masyarakat.

“Harus kita katakan apa adanya bahwa di bagian hulu Taman Nasional Halimun, ada ratusan bangunan tenda biru milik gurandil (istilah pondok-pondok pertambangan emas ilegal),” ucap Doni.

Dia menuturkan, menjamurnya tambang ilegal tersebut disinyalir menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan yang juga menyebabkan bencana alam sebagaimana terjadi di Kabupaten Bogor dan Lebak, Banten. Selain itu, penggunaan bahan kimia jenis merkuri dalam aktivitas penambangan tersebut juga mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat.

”Hal yang sudah terlanjur muncul ke permukaan dan menjadi bencana itu merupakan masalah permanen, oleh sebab itu solusi yang diambil juga harus permanen,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
16 jam lalu

BNPB: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Capai Singapura, Malaysia hingga Brunei

16 jam lalu

BNPB Ungkap 5 Gunung di Indonesia Berstatus Siaga, Ini Daftarnya

17 jam lalu

Update Gempa M7,7 NTT, Korban Tewas Capai 135 Orang

19 jam lalu

BNPB Sebut Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Kini Mengarah ke Laut Hindia: Lampung-DKI Kondusif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal