BNPT Ibaratkan Radikalisme dan Terorisme seperti Virus Timbulkan Kematian

Fahreza Rizky
Foto: Ilustrasi/Ist.

Jenderal polisi bintang satu ini menegaskan radikalisme atas nama agama kerap memfitnah dan mengadu domba Islam. "Dampaknya seperti sudah diketahui dan dialami saudara-saudara kita di Timur Tengah, Asia Tengah membuat konflik sosial dan konflik bangsa," tutur Nurwakhid.

Menurut dia, akar masalah radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah ideologi yang menyimpang. Kata dia, radikalisme dan terorisme atas nama agama bukan hanya monopoli satu agama, tetapi ada di setiap agama, sekte, hingga kelompok.

"Bahkan potensi pada setiap individu, tidak mengenal pangkat, jabatan, profesi, latar belakang, bahkan tidak mengenal level atau tingkat intelektual seseorang, ini virus. Saya sering menganalogikan radikalisme adalah virus," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Health
11 hari lalu

Kenapa Laki-Laki Dianjurkan Vaksin HPV meski Tidak Kena Kanker Serviks? Ini Jawabannya!

Nasional
1 bulan lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Megapolitan
2 bulan lalu

Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif

Nasional
2 bulan lalu

Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal