Bos BI Jelaskan Penyebab Rupiah Anjlok ke Rp17.400 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penyebab utama rupiah anjlok jadi Rp17.400 per dolar AS. (Foto: Binti Mufarida)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menjelaskan penyebab nilai tukar rupiah anjlok hingga Rp17.400 per dolar AS. Menurutnya pelemahan terjadi karena adanya tekanan jangka pendek terhadap rupiah.

Hal itu dipicu oleh faktor global dan musiman. Selain itu, faktor musiman seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, dan kebutuhan jemaah haji turut meningkatkan permintaan dolar.

"Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat," katanya. 

Meski begitu, ia menilai rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued dan berpotensi menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional. BI pun menyiapkan strategi penguatan rupiah, salah satunya membatasi pembelian dolar AS.

Pertama adalah memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun luar negeri untuk menstabilkan rupiah. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
4 jam lalu

Pimpin Rapat Dewan Gubernur Perdana, Destry Putuskan BI Rate Tetap 5,75 Persen

6 jam lalu

BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen selama 3 Bulan Berturut-turut

12 jam lalu

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Ini Alasannya

1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.884 per Dolar AS, Ini Pemicunya 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal