BPJPH Dinilai Tak Maksimal, Pemerintah Diminta Bentuk Badan Halal

Aditya Pratama
Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah (dua dari kiri) dalam diskusi bertajuk “Urgensi Kemandirian Badan Halal” di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

Permasalahan mendasar tidak majunya industri halal di Tanah Air, kata dia, dikarenakan kurang profesionalnya pengelolaan dari lembaga sertifikasi halal, dalam hal ini BPJPH yang dibentuk pada Oktober 2017 lalu.

"Apa sih masalahnya? Masalahnya adalah kita mengelola (halal) tidak profesional. Isu sebesar ini seharusnya dikelola profesional dan dibawah Presiden, tapi dikelola oleh sebuah lembaga yang baru hadir ini namanya BPJPH," ujar Ikhsan dalam diskusi bertajuk “Urgensi Kemandirian Badan Halal” di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ikhsan menuturkan, badan yang lahir berdasarkan amanat UU nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal ini pun tidak berjalan secara baik dalam melakukan sertifikasi halal usai dibentuk dua tahun lalu.

"Sampai hari ini ga ada apa-apa. Belum bisa menghasilkan lembaga pemeriksa halal (LPH), belum ada auditornya intrumennya, belum ada standarnya, belum ada cara regitrasi, lalu mau dipaksakan jalan di tahun 2019," kata dia.

IHW pun mendorong kepada Presiden Joko Widodo agar membentuk badan halal setingkat kementerian agar dapat mempermudah eksekusi terkait sertifikasi halal.

"Kalau badan ini selevel eselon satu di bawah Kemenag, bagaimana mengurusinya? Ketika mereka meeting bersama menteri, lalu apa? Tunggu menteri? Ngadat seperti sekarang," ucap alumnus Universitas Negeri Jember ini.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Hanya Makanan-Minuman, Ini Jenis Produk yang Wajib Bersertifikat Halal Mulai 18 Oktober 2026

57 tahun lalu

Sosialisasikan Wajib Halal Serentak di 2.183 Lokasi, BPJPH Raih Rekor MURI

57 tahun lalu

BPJPH Gelar Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026, Serentak di 2.183 Lokasi 

57 tahun lalu

Kemenag: Makanan hingga Kosmetik Wajib Bersertifikat Halal pada Oktober 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal