BPS Catat RI Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Makanan-Minuman dan Tembakau

Anggie Ariesta
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS). (Foto: iNews)

Komoditas yang paling dominan mendorong deflasi pada kelompok tersebut adalah bawang merah dengan andil 0,11 persen. Selanjutnya cabai merah dan cabai rawit masing-masing memberikan andil 0,06 persen, disusul telur ayam ras dan tomat sebesar 0,03 persen, serta jeruk sebesar 0,02 persen.

"Selain makanan, minuman dan tembakau, juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,06 persen dengan deflasinya sebesar 0,89 persen," ujar Ateng.

Menurutnya, deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama dipicu turunnya harga emas perhiasan sebesar 3,58 persen yang memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen.

Meski secara umum terjadi deflasi, BPS mencatat kelompok transportasi dan pendidikan masih menjadi penyumbang inflasi pada Juli 2026.

"Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dan memberikan andil inflasi 0,06 persen. Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi terutama bensin dengan andil inflasi 0,08 persen, sepeda motor dan pelumas atau oli mesin dengan andil inflasi masing-masing 0,01 persen," jelas Ateng.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
5 jam lalu

KPI Usul BPS Gandeng Media Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, Cegah Hoaks

17 hari lalu

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Upaya Pemberdayaan Perempuan lewat PNM Mekaar

21 hari lalu

Kepala BPS Ungkap Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta Tembus 45,17%

2 bulan lalu

BPS Ungkap Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Menurun hingga Juli 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal