Bungkus Rokok Diseragamkan Dinilai Tak Akan Efektif, Pengamat Usul Perokok Tak Ditanggung BPJS

Niko Prayoga
Pengamat menyarankan langkah lebih tegas, salah satunya dengan mencabut perlindungan jaminan kesehatan alias BPJS Kesehatan bagi perokok. (Foto: Dok)

“Orang nggak diapa-apain. Dilarang tapi enggak diapa-apain. Terus gimana? Anda bilang jangan mencuri, tapi Anda mencuri dan tidak diapa-apain, kan terus mencuri kan?,” ujar Agus.

Agus mengusulkan langkah yang lebih tegas, salah satunya dengan mencabut perlindungan jaminan kesehatan bagi perokok. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi lebih efektif dibandingkan sekadar mengubah tampilan kemasan rokok.

“Yang paling efektif sebenarnya kalau perokok tidak dicover oleh BPJS, itu aja. Baru pada berhenti, kalau sekarang mau pakai cara apa aja percuma. Kan pemerintah masih memerlukan pajak dan cukainya,” ujarnya.

Selain itu, Agus juga mengusulkan penerapan denda bagi perokok. Dia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi instrumen pengendalian konsumsi rokok sekaligus menambah pemasukan negara apabila hasil denda disetorkan ke kas negara.

“Kecuali orang merokok didenda. Nah, kalau mau yang merokok didenda. Tapi denda bayarnya masuk kas negara bisa enggak?,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Bantah Layanan Psikolog Puskesmas di Jakarta Tak Lagi Dicover BPJS? Ini Klarifikasi Pemprov DKI

1 hari lalu

Wamenkes Bantah Layanan Psikolog di Puskesmas Tak Lagi Dicover BPJS: Itu Hoaks!

19 hari lalu

Megawati Minta Program BPJS Tak Diutak-atik: Saya Bikin buat Rakyat Jelata yang Sakit

21 hari lalu

Jangan Tunggu Parah, Kenali 3 Tanda Paru-Paru Mulai Rusak akibat Asap Rokok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal