JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan dirinya kenal baik dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kendati demikian, segala yang berkaitan dengan KPK tidak sekadar menjadi urusan pemerintah.
Pernyataan Mahfud ini untuk menanggapi tentang pertanyaan akademisi mengenai polemik Tes Wawasan Kebangsaan di KPK. Sejumlah pegawai lembaga antirasuah tersebut dipastikan tidak lolos tes untuk peralihan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga tidak akan diperpanjang kerjanya di lembaga tersebut.
“Saya sejak dulu pro-kpk. Sejak dulu. Saya ketua MK (Mahkamah Konstitusi) berapa kali? (Selama menjabat) 12 kali (KPK) mau dirobohkan lewat undang-undang, saya menangkan KPK terus,” kata Mahfud dalam dialog dengan para pemimpin perguruan tinggi, guru besar dan akademisi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu (5/6/2021).
Mahfud mengingatkan, segala keputusan berkaitan dengan KPK tidak hanya terletak di pemerintah, tetapi juga DPR, partai politik, dan civil society.
Mengenai Novel Baswedan, Mahfud menekankan dirinya memiliki hubungan baik. Novel bahkan pernah memeriksa dirinya.
Itu terjadi ketika ramai disebut ada dugaan korupsi di MK. Novel, kata Mahfud, datang. Dirinya dimintai keterangan. Pemeriksaan itu tak lebih dari 15 menit.