Cara Kopassus Berkamuflase di Medan Pertempuran, Corak Loreng yang Tak Terdeteksi Musuh

Andin Danaryati
Cara Kopassus berkamuflase menjadi salah satu penentu kesuksesan operasi (Foto: Reuters_

JAKARTA, iNews.id - Cara Kopassus (Komando Pasukan Khusus) berkamuflase menjadi salah satu penentu kesuksesan operasi pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) tersebut. Oleh karena itu setiap prajuritnya dibekali teknik penyamaran serta peralatan penunjang.

Kamuflase, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali. Di bidang militer, kamuflase merupakan salah satu bentuk strategi untuk mengecoh musuh sehingga tak terdeteksi.

Penerapan kamuflase pada bidang militer dilakukan dengan menambahkan warna dan corak pada semua jenis peralatan militer, termasuk pakaian, senjata, hingga kendaraan militer. Penambahan corak dan warna ini menyesuaikan dengan kondisi dominan di medan tempur. 

Berikut cara Kopassus berkamuflase di medan pertempuran:

1. Corak Loreng

Ada beberapa kesamaan antara seragam Kopassus dengan militer dari negara lain, yakni corak khas lorengnya. Setiap negara memiliki warna loreng berbeda-beda, bergantung kondisi dominan medan yang kerap dihadapi militer negara tersebut. Tidak hanya Kopassus, corak loreng ini juga digunakan di seragam tiap prajurit TNI dengan loreng hijau, coklat, dan hitam. 

2. Pakaian Kamuflase

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kopassus mengembangkan seragam kamuflase baru untuk menunjang keberhasilan pasukan elite ini dalam menunaikan misi. Seragam loreng Perang Hutan Darah Mengalir (PHDM) Kopassus dinilai lebih mampu menyembunyikan pasukan dari musuh. Dari segi corak dan warna, seragam ini lebih didominasi warna hijau lumut dan sedikit warna merah darah mengalir, sesuai dikenakan untuk kamuflase di area hutan. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ribuan Pelari dan Pameran Alutsista Semarakkan HUT ke-65 Kostrad di Monas

57 tahun lalu

Danrem Cekcok dengan Marshal Jogja Marathon gegara Ajudan Tak Pakai BIB, Kadispenad: Kesalahpahaman

57 tahun lalu

Viral Ajudan Danrem Tak Pakai BIB Dikeluarkan Marshal saat Jogja Marathon, TNI AD Buka Suara

57 tahun lalu

Kolonel Achmad Fikri Dalimunthe Jadi Prajurit TNI Pertama yang Lulus RJNDC Yordania

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal