“Catcalling tidak ada batasannya, jadi sebaiknya tidak melakukannya,” sambungnya.
Dari maraknya kasus catcalling itu, Myrtati mengingatkan masyarakat, khususnya mahasiswa Unair untuk dapat mencegah kejadian tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang wajar.
“Jangan lagi melakukan candaan bernuansa seksual. Karena masing-masing individu punya pengalaman hidup berbeda-beda. Mungkin juga ada trauma pada masa lalu sehingga kita tidak pernah tahu apa akibat dari candaan kita terhadap orang lain,” kata dia.