JAKARTA, iNews.id - Pelaku penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sempat melakukan panggilan video atau video call dengan keluarga salah satu korban, sehari setelah aksi biadab tersebut. Dalam panggilan tersebut, keluarga korban melihat pelaku tengah berjalan di hutan.
Seperti diketahui, tiga pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi korban yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan dan Wili Mbuik. Ketiganya meninggal dunia setelah mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Rabu 9 September 2026 saat menjalankan tugas mengantar pangan ke wilayah terpencil.
Kakak Wili Mbuik, Minto Mbuik, mengatakan video call tersebut terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB melalui aplikasi Messenger. Saat panggilan diterima, Minto melihat terduga pelaku sedang berjalan di hutan bersama dua orang yang memegang senjata.
"Betul video call itu benar. Langsung dengan saya. Iya langsung lewat HP saya. Satu hari setelah kejadian, jadi Kamisnya. Kamis sekitar jam 1 siang, terduga pelaku ini melakukan panggilan video call melalui Messenger, jadi saya angkat. Saya angkat dan saya melihat dia sedang berjalan, dua orang memegang senjata di hutan," ujar Minto di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Minto mengaku panggilan video call tidak hanya berlangsung satu kali. Setelahnya pelaku kembali melakukan panggilan, tetapi Minto sengaja membelakangi kamera agar wajahnya tidak terlihat.