Cerita Penjaga Perbatasan Pulau Natuna, Harus Sewa Perahu Nelayan untuk Menyisir Kapal Asing

Ariedwi Satrio
Petugas Imigrasi (Kanim) Kelas II Ranai, Natuna menyisir kapal asing. (Foto MPI).

PLBN Serasan merupakan PLBN laut pertama di Indonesia. PLBN ini belum resmi beroperasi. Meski demikian, sudah ada petugas Imigrasi yang disiagakan. Jarak PLBN ini sangat jauh dari Ranai yang merupakan Ibu Kota Kepulauan Natuna.

"PLBN aja dari sini (Ranai) udah 10 jam, keluarga jauh, apalagi kalau udah denger anak sakit, pasti kita khawatir," tutur Tedy.

Sedikitnya, ada dua petugas Imigrasi yang selalu bergantian tugas selama 21 hari menjaga PLBN Serasan. PLBN Serasan sendiri dibangun karena dekat dengan laut China Selatan itu. Nelayan asing kerap melintas di perairan Pulau Serasan. Atas dasar itu, pemerintah kemudian membangun PLBN Serasan.

Bagi Tedy, tak terbesit sama sekali untuk memboyong keluarga kecilnya di Bandung ke Ranai. Sebab, belum banyak fasilitas yang memadai di Ranai. Ranai tak seperti kota besar. Ranai lebih tepat dikategorikan desa, jauh dari kata ramai.

Infrastruktur jalan di Ranai bisa dibilang sudah cukup bagus, tapi jarang kendaraan lalu lalang. Rumah sakit dan sekolah pun tak banyak ditemui. Banyak pendatang dan juga nelayan di Ranai. Sementara, daerah Pulau Natuna lainnya masih sepi.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
12 hari lalu

Australia bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga

20 hari lalu

Komisi XIII DPR RI Datangi Imigrasi Soekarno-Hatta, Dorong Penguatan Pencegahan TPPO

22 hari lalu

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Imigrasi Beri Izin Tinggal Darurat ke WNA

23 hari lalu

Imigrasi Tahan 55 WN China Diduga Kerja di Proyek Data Center BSD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal