Cerita Penjaga Perbatasan Pulau Natuna, Harus Sewa Perahu Nelayan untuk Menyisir Kapal Asing

Ariedwi Satrio
Petugas Imigrasi (Kanim) Kelas II Ranai, Natuna menyisir kapal asing. (Foto MPI).

NATUNA, iNews.id - Petugas penjaga perbatasan negara di Natuna kerap kali rindu keluarga. Hal itu kerap dirasakan Tedy Wibisono saat bertugas di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Ranai, Natuna. 

Pria asal Bandung, Jawa Barat itu harus rela meninggalkan anak dan istrinya demi tugas negara.

Sudah hampir lima tahun Tedy mengemban tugas sebagai penjaga perbatasan negara. Ia bertugas sebagai Kasi Lalu Lintas Izin Tinggal Keimigrasian di Kanim Ranai, Natuna. Selama itu pula ia harus jauh dari keluarga.

"Kalau ditanya Merah Putih atau enggak? Merah Putih sekali pak. NKRI harga matilah pokoknya di sini," ungkap Tedy ditemui di Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Petugas Imigrasi di Natuna memang mengemban tugas cukup berat dibanding daerah lainnya. Mereka harus menyisir puluhan pulau di wilayah Natuna. Kadang mereka bergantian untuk berjaga di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Pulau Serasan.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
12 hari lalu

Australia bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga

19 hari lalu

Komisi XIII DPR RI Datangi Imigrasi Soekarno-Hatta, Dorong Penguatan Pencegahan TPPO

21 hari lalu

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Imigrasi Beri Izin Tinggal Darurat ke WNA

23 hari lalu

Imigrasi Tahan 55 WN China Diduga Kerja di Proyek Data Center BSD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal