Daerah Zona Hijau dan Kuning Tidak Bisa serta-merta Buka Sekolah

Sindonews
Binti Mufarida
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan daerah yang masuk kategori zona hijau atau kuning tidak bisa serta-merta membuka sekolah. Pelajaran tatap muka harus melalui berbagai syarat sebelum dilakukan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Sasmito menuturkan, jangan sampai pembukaan sekolah justru menimbulkan klaster baru. Untuk itu, pembukaan sekolah di zona hijau baru tahap uji coba dengan pemantauan yang ketat.

“Perlu diperhatikan, sekolah ini dampak sosial sebenarnya relatif rendah, tapi potensi peningkatan penularan kasusnya tinggi,” kata Wiku dalam diskusi virtual bertajuk ‘Budaya Baru agar Pandemi Berlalu’ di Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Wiku mengingatkan, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum satuan pendidikan membuka kembali sekolah untuk pelajaran tatap muka. Pertama, harus dilakukan prakondisi. Kedua, harus dilakukan pada waktu yang tepat.

Ketiga, dilakukan prioritas. Keempat, hubungan atau koordinasi pusat dan daerah atau satgas pusat dan daerah perlu dilakukan dan kelima monitoring dan evaluasi. Intinya, kata Wiku, sekolah pun harus benar-benar siap sebelum melakukan pembelajaran tatap muka.

“Pengelolaan sekolah ini berarti gurunya, fasilitasnya semua siap, juga harus ada persetujuan dari orang tua murid. Kemudian, pastikan transportasi menuju sekolah itu juga tidak terjadi kerumunan atau berdekatan sehingga tidak terjaga jaga jarak itu. Selain itu persiapan siswa sejak di rumah juga harus diperhatikan,” ucapnya.

Wiku mengatakan semua komponen itu harus disiapkan dan dilakukan simulasi. Kalau semuanya siap, baru dilakukan pembukaan.

Menurut Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 ini, pembukaan sekolah pun harus bertahap. Sebagai contoh, pertama kapasitas 30 persen.

“Jadi tidak serta merta zona hijau dan kuning boleh tatap muka langsung, enggak bisa seperti itu. Harus dilakukan simulasi, harus dicek dulu para orangtua dan seterusnya setuju atau tidak,” ucap dia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
5 hari lalu

Riset DEN: Siswa Penerima MBG Jarang Absen Sekolah, Semangat Belajar Meningkat

12 hari lalu

Pemprov DKI Revitalisasi Sekolah Rp101 Miliar di Jaktim, Ini Pesan Hipmi Jaya ke Pramono

13 hari lalu

Gedung SD-SMP di Jaktim Terintegrasi 6 Lantai dengan Lift, Anggarannya Rp101,3 Miliar!

13 hari lalu

Pramono Revitalisasi SD dan SMP di Jaktim, Kini Terintegrasi dalam Gedung 6 Lantai dengan Lift

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal