Menurut Rosan, optimalisasi diperlukan karena BUMN memiliki aset dalam jumlah besar. Namun, nilai aset tersebut belum sepenuhnya tercermin dari kemampuan menghasilkan arus kas maupun pendapatan.
“Aset-aset BUMN juga sangat banyak. In terms of aset kita besar, tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil,” ujar Rosan.
Untuk menentukan langkah selanjutnya, pemerintah akan menganalisis berbagai aset BUMN. Evaluasi mencakup sejumlah sektor, mulai dari jalan tol, bandara, pelabuhan hingga minyak dan gas.
“Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua,” tuturnya.
Rosan mengatakan optimalisasi aset akan dijalankan dengan perencanaan yang baik, terukur dan terstruktur. Selain mendorong peningkatan kinerja BUMN, langkah tersebut ditargetkan menghasilkan yield atau imbal hasil yang lebih baik.