JAKARTA, iNews.id – Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah memangkas 250 badan usaha milik negara (BUMN) hingga akhir Juli 2026. Menurut Presiden Prabowo Subianto langkah itu mampu menghemat biaya operasional negara hingga Rp50 triliun.
"Ada laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Rp50 triliun misal untuk gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," ucap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Prabowo menjelaskan, pembentukan Danantara menjadi bagian dari transformasi pengelolaan aset negara. Melalui skema tersebut, seluruh aset strategis pemerintah dikonsolidasikan dalam satu sovereign wealth fund agar dikelola secara profesional dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Menurut dia, nilai aset yang dikelola Danantara kini telah melampaui 1.000 miliar dolar AS. Dana kedaulatan tersebut diproyeksikan menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional sekaligus cadangan pembangunan bagi generasi mendatang.
"Danantara adalah suatu dana kedaulatan, di mana tabungan-tabungan, kekayaan, aset-aset negara disatukan, dikonsolidasikan, di-manage dengan rapi. Dan ini menjadi cadangan, ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu, dan cicit kita," ujar