Selain itu, sebanyak 15 perseroan menjalani restrukturisasi finansial mendalam seperti Krakatau Steel, Kimia Farma dan Garuda Indonesia serta hampir 208 unit non-inti didivestasi, terutama BUMN karya yang merambah bisnis perhotelan, serat optik atau lini usaha berskala terlampau mini, demi menyisakan kurang dari 200 BUMN terpilih.
Langkah rasionalisasi jumlah entitas tersebut dipadukan dengan pembongkaran model bisnis yang selama ini menjadi sarang pemborosan anggaran. Danantara menertibkan tata kelola niaga pada komoditas vital agar setiap rupiah belanja modal mampu menghasilkan imbal balik maksimal.
Dony menggarisbawahi target laba bersih konsolidasi senilai Rp360 triliun atau setara lebih dari 20 miliar dolar AS tersebut bukanlah angka semu. Keuntungan tersebut merupakan laba riil yang dicapai setelah Danantara melakukan audit pembersihan neraca keuangan secara menyeluruh.