Dedi Mulyadi Ungkap Ketidakjujuran Kakek Penjual Es Gabus di Tengah Empati Masyarakat

Niko Prayoga
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemukan adanya ketidaksinkronan pengakuan sang kakek penjual es gabus terkait kondisi ekonomi keluarganya. (Foto: YouTube KDM)

JAKARTA, iNews.id – Di balik gelombang empati publik terhadap kakek penjual es gabus yang sempat viral karena dituding menjual es dari spons oleh aparat, terungkap fakta baru yang mengejutkan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemukan adanya ketidaksinkronan pengakuan sang kakek terkait kondisi ekonomi keluarganya saat keduanya bertemu langsung.

Momen pertemuan itu diunggah Dedi Mulyadi melalui akun media sosial pribadinya. Dalam video tersebut, sang kakek tampak menangis tersedu-sedu saat menyampaikan keluh kesah hidupnya kepada Dedi. Dia mengaku sudah empat hari tidak berjualan akibat trauma usai viral, sementara beban ekonomi terus menghimpit.

Kakek tersebut menyebut masih menunggak biaya kontrakan dan biaya sekolah cucunya yang diklaim mencapai Rp1,5 juta. “Saya mau nangis, Pak. Belum bayar kontrakan, belum bayar sekolah,” ujar sang kakek, dikutip Sabtu (31/1/2026).

Namun, fakta baru muncul ketika Dedi Mulyadi melakukan klarifikasi singkat. Sang kakek mengaku biaya sekolah dasar cucunya sebesar Rp200.000 per bulan dan baru menunggak selama satu bulan. Pernyataan itu dinilai tidak selaras dengan klaim awal mengenai total tunggakan Rp1,5 juta.

Dedi pun mengaku terkejut, terlebih cucu sang kakek bersekolah di sekolah negeri. “Sebulannya katanya 200. Harus dipastiin dulu saya, saya yakin bukan sekolah negeri deh. Enggak mungkin, Pak, sekolah negeri SD bayar 200,” ucap Dedi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
24 hari lalu

Tangis Dedi Mulyadi Pecah di Pemakaman Kanaya Whu: Jasadnya Dikubur, Amalnya Tidak

24 hari lalu

Innalillahi, Dedi Mulyadi Berduka Kanaya Whu Meninggal Dunia: Surga Untukmu Teh

2 bulan lalu

KDM Siapkan Hadiah untuk Pelapor Penjual Tramadol, Peredaran Obat Ilegal Diburu

2 bulan lalu

Begal Ditangkap, Janji Hadiah Rp50 Juta KDM Ditagih Warga hingga Dikritik Menko Yusril

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal