Delik RCTI: Memantau Bencana Krakatau

RCTI
Pantauan udara erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (23/12/2018) lalu. BMKG menyatakan longsoran tebing gunung ini telah memicu tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam. (Foto: KKP).

JAKARTA, iNews.id - Jelang akhir 2018, bencana kembali mengguncang Tanah Air. Tsunami di Selat Sunda menyapu semua bangunan di tepi Pantai Pandeglang, Banten. Tidak hanya Pandeglang, namun ada empat kabupaten lain yang terdampak gelombang dahsyat itu yakni, Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

Tsunami Selat Sunda sungguh tak terduga. Simpang siur informasi membuat warga semakin bingung. Bahkan melalui akun resmi media sosialnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awalnya menginformasikan apa yang terjadi bukan tsunami, melainkan hanya gelombang pasang. BMKG akhirnya meralat informasi tersebut.

Tsunami diduga terjadi akibat dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan justru menyebut penyebab lain terjadinya tsunami di Selat Sunda. Menurut Jonan, tsunami tersebut bukan dari aktivitas vulkanik Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Berlokasi di Selat Sunda seharusnya menjadikan warga sekitar meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, hingga tujuh hari pasca-tsunami, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 431 orang meninggal dunia, 7.200 korban luka, 15 orang hilang dan lebih dari 40.000 orang mengungsi akibat bencana itu.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Antusiasme Tinggi di Yogyakarta, Audisi Miss Indonesia 2026 akan Tutup Seleksi di Jakarta

57 tahun lalu

Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal