Ilustrasi fenomena alam
Mirsya Anandari Utami

JAKARTA, iNews.id - Sampai saat ini, alam masih menyimpan banyak misteri yang tidak ada habisnya. Sejumlah ilmuwan terus mencari dan menggali informasi dari berbagai fenomena yang terjadi. 

Namun, beberapa dari mereka berhasil menemukan teori dari terjadinya fenomena alam yang dialami. Sebagian lagi berhasil mencetuskan teori dari sesuatu yang tidak pernah disadari sebelumnya. Siapa saja tokoh-tokoh penemu itu? 

Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam

  • Al-Qarafi

Fenomena pelangi merupakan salah satu fenomena yang dinanti-nanti usai turunnya hujan. Selain menikmati keindahan pelangi, ada baiknya kita mengenal tokoh yang menemukan penjelasan di balik indahnya pelangi. Dialah Al-Qarafi, seorang ahli hukum asal Mesir yang menemukan teori pembentukan pelangi.

Al-Din Abu Al Abbas Ahmad Ibn Idris Al Sanhaji Al-Qarafi atau yang dikenal dengan Al-Qarafi telah banyak menulis karya ilmiah mengenai ilmu optik. Salah satu kitabnya, Al-Istibar fi ma Tudrikuhu Al-Abshar (Tentang Apa yang Dapat Ditangkap Oleh Mata), Al-Qarafi menjelaskan bagaimana pelangi bisa muncul.

Menurutnya, pelangi muncul dari asap (uap) yang bercampur dengan sinar matahari. Al-Qarafi juga menjelaskan bagaimana proses warna pelangi dapat tercipta dan aturan yang berlaku jika pelangi ingin terbentuk.

  • Nicolaus Copernicus

Proses terjadinya siang dan malam selalu menjadi perdebatan para ilmuwan terdahulu. Terdapat berbagai macam teori mengenai proses perputaran dan pusat semesta. Salah satu di antara banyaknya teori adalah teori heliosentris yang dicetuskan oleh Nicolaus Copernicus. 

Dia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa matahari yang menjadi pusat perputaran bumi dan planet-planet lainnya. Teori ini disebut dengan teori heliosentris. Nicolaus melawan teori Ptolemus yang mengatakan bahwa bumilah yang menjadi pusat tata surya.

Nicolaus membuat risalah astronomi yang menjadi dasar teori heliosentrisnya. Risalah itu disebut Commentariolus atau 'Komentar Kecil'. Nicolaus menulis sebuah karya astronomi, De Revolutionibus Orbium Coelestium Libri Vi atau Enam Buku tentang Revolusi Orbit Surgawi. 

Dalam karyanya tersebut, Nicolaus menjelaskan tentang teori heliosentris temuannya. Dia juga berpendapat bahwa bumi matahari porosnya setiap hari dan membutuhkan waktu satu tahun untuk mengorbit matahari.

  • Eratosthenes

Ilmuwan penemu teori fenomena alam selanjutnya adalah Eratosthenes. Ia merupakan seorang ilmuwan asal Yunani yang mahir dalam berbagai bidang.

Jika kebanyakan ilmuwan terdahulu mencari cara untuk mengetahui bentuk bumi sebenarnya, Eratosthenes melakukan penemuan yang berbeda. Dia merupakan pertama yang berhasil mengukur keliling bumi.

Bermodalkan rumus matematika sederhana dan logika perbandingan matahari di dua tempat, Syene dan Alexandria, Eratosthenes mampu menghitung keliling bumi. 

Tidak hanya itu, dia jugalah yang berhasil menghitung kemiringan bumi, serta merancang sistem garis bujur dan garis lintang.

  • Alexander von Humboldt

Perubahan iklim menjadi salah satu permasalahan serius yang sedang diperhatikan saat ini. Bicara tentang perubahan iklim, ternyata Alexander von Humboldt adalah orang pertama yang menjelaskan mengenai perubahan iklim. 

Dia merupakan seorang penjelajah dan naturalis asal Jerman yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, terutama dalam bidang biologi dan geologi.

Von Humboldt mempunyai peran besar dalam ilmu klimatologi dengan mengembangkan ilmu meteorologi dan membuat peta cuaca. Sebagai seorang naturalis, Humboldt menyadari adanya hubungan antara alam dan makhluk di sekitarnya. 

Maka dari itu, dia juga menjadi orang pertama yang menyadari dan menjelaskan manusia tentang perubahan iklim, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, Humboldt juga menggambarkan dan menjelaskan mengenai hubungan dari letusan gunung berapi dan pembentukan kerak bumi.

  • Al-Battani

Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Sabi al-Battani atau Al-Battani merupakan astronom dan ilmuwan Muslim di abad pertengahan. Salah satu teori ciptaannya adalah yang menyebutkan satu tahun terdapat 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik (sumber lain menyebut 365,24 hari). 

Terinspirasi dari karya Ptolemus, The Almagest, Al-Battani mengembangkan dan memperbaiki teori-teori dalam buku tersebut menjadi lebih tepat dan akurat. Tidak hanya itu, Al-Battani juga telah memecahkan misteri lain di bidang astronomi.

Al-Battani diketahui telah mengamati berbagai benda-benda langit melalui teropong buatannya yang dikenal sebagai teropong Al-Battani. Sebagai seorang matematikawan, Al-Battani membuat perhitungan mengenai gerhana matahari dengan akurat. 

Dia juga mampu menghitung jarak antara matahari ke bumi dan memperkirakan kapan munculnya bulan baru. Penemuan-penemuannya itu memiliki andil besar dalam pembuatan kalender modern dan penentuan perubahan musim.

Baca pembahasan mengenai fenomena alam lainnya di Sindonews.com melalui link berikut https://www.sindonews.com/topic/1665/fenomena-alam


Editor : Puti Aini Yasmin

BERITA TERKAIT