Tumpak ingin KPK seperti Kejaksaan Agung (Kejagung) yang moncer dalam mengungkap kasus korupsi dengan kerugian keuangan negara yang cukup besar. Kejagung beberapa waktu belakangan ini memang berhasil mengungkap kasus besar seperti Jiwasraya, Asabri, hingga minyak goreng.
"Apakah memang kita belum mampu mencari kasus-kasus yang gede-gede seperti yang dilakukan, katakanlah di Kejaksaan Agung banyak kasus-kasus yang besar yang diungkap. KPK bisa, harusnya bisa, menurut saya harusnya bisa seperti yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung itu," katanya.
Lebih lanjut, Tumpak berharap seharusnya KPK bisa menjadi lembaga penegak hukum terdepan dalam pemberantasan korupsi. Sebab, sejak dulu publik menaruh harapan dan kepercayaan yang tinggi terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi.
"Bagaimana pun orang mengharap KPK itu lebih di depan, ya toh, karena kita ini, Undang-Undang menyebut kita ini supervisor di dalam melakukan penyidikan, penuntutan perkara-perkara korupsi. Supervisor itu artinya apa? Kita harus lebih bagus. Lebih pintar daripada yang kita sebut supervisi. Kalau sama aja, masa kita jadi supervisor?," pungkasnya.