"Di belakang Rusun ini memang ada tiga lubang sumur resapan, tapi kami hanya mengerjakan dua lubang. Karena satu lubangnya dikerjakan sendiri oleh pekerja mandor lah," tuturnya.
Mulanya pekerjaan berjalan lancar, mandor yang memperkejakan Ari, Hidayat, dan Fuadin memberikan uang makan sebesar Rp150.000. Tetapi setelah dua hari kerja, ketiganya berhasil menyelesaikan pengerjaan tujuh lubang dan memasukkan tanah galian sumur ke 70 karung, uang pembayaran dijanjikan tak kunjung diperoleh.
"Kalau ditotal borongan bertiga sekitar Rp700.000 yang belum dibayar. Hari ketiga kerja saya tanya kapan dibayar. Akhirnya dia (mandor) pergi, bilangnya mau ambil uang tapi enggak balik lagi," katanya.
Setelah mereka bertiga berhenti bekerja, pekerja yang sebelumnya mengerjakan sumur resapan baru kembali melanjutkan pekerjaan sumur resapan hingga proyek selesai.
Hidayat dan dua rekannya sudah berupaya menghubungi mandor yang mempekerjakan mereka, nahas hingga kini upah mereka selama dua hari kerja belum dibayarkan.