DKPP: KPU dan Bawaslu Belum Siap Tegakkan Protokol Covid-19 di Pilkada 2020

Felldy Aslya Utama
DKPP membacakan hasil sidang etik Wahyu Setiawan, Kamis (16/1/2020). (Foto: Dok Humas DKPP)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kembali mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Kritik itu merujuk pada penerapan protokol kesehatan di tengah penyebaran pandemi virus corona (covid-19)

Anggota DKPP, Alfitra Salamm menilai protokol kesehatan belum dilaksanakan dengan baik. Hal itu diungkapkan dia saat memberikan evaluasi terkait simulasi pemungutan suara yang diadakan KPU di Kabupaten Indramayu, Sabtu, 29 Agustus 2020 kemarin.

"Jajaran KPU dan Bawaslu masih gamang, masih belum siap betul penegakan protap covid saat pemungutan mendatang. Belum ada pemahaman serentak baik KPU maupun Bawaslu dalam memahami protokol Covid-19," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Beberapa catatan dalam simulasi tersebut, menurut Alfitra, di antaranya belum maksimalnya penerapan menjaga jarak aman (physical distancing) karena masih ada kerumunan dalam simulasi. Catatan lainnya yakni keberadaan bayi dan anak-anak di dalam TPS.

Selain itu, kata dia, dalam simulasi tersebut juga penyelenggara pemilu kebingungan dengan pembagian tugas, seperti pihak mana yang memiliki kewenangan untuk membubarkan kerumunan di TPS. Menurut Alfitra, hal-hal tersebut harus segera dituntaskan KPU dan Bawaslu karena penyelenggaraan pilkada bukan hanya sebatas teknis pemungutan suara.

"Baik KPU maupun Bawaslu harus memahami penegakkan disiplin Covid-19," ucap mantan sekretaris jenderal (sekjen) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Untuk diketahui, Simulasi Pemungutan Suara Pemilihan 2020 kembali digelar Sabtu kemarin. Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terpilih menjadi lokasi kedua pelaksanaan simulasi yang digelar untuk menguatkan proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan dan penularan Covid-19.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Buletin
2 hari lalu

Roy Suryo Soroti Perbedaan Ukuran Dua Salinan Ijazah Jokowi di KPU

Nasional
2 hari lalu

Roy Suryo Ungkap 2 Salinan Ijazah Jokowi Berbeda Ukuran: Harusnya Ditolak KPU!

Nasional
6 hari lalu

Bonatua Ungkap Kejanggalan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU, Apa Itu?

Nasional
7 hari lalu

Pengacara Roy Suryo Sebut Ada Upaya Otoritas Menutupi Ijazah Jokowi, Siapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal