Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!
JAKARTA, iNews.id - Varian baru Covid-19 bernama Cicada dengan kode BA.3.2 tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan menyebar luas di Amerika Serikat. Muncul kekhawatiran di masyarakat, apakah varian ini lebih mematikan dibandingkan varian sebelumnya?
Berdasarkan laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), varian BA.3.2 telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara bagian hingga Februari 2026. Meski awalnya muncul sejak 2024 di Afrika Selatan, penyebarannya yang kini semakin luas membuat varian ini kembali menjadi perhatian global.
Ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Prof Andrew Pekosz, menjelaskan bahwa varian ini memiliki perubahan genetik pada spike protein virus. Perubahan tersebut memungkinkan virus lebih mudah menular dari satu orang ke orang lain.
Meski begitu, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa varian Cicada menyebabkan gejala yang lebih parah.
Prabowo Tegaskan Defisit APBN 3 Persen Tak Diubah, Kecuali Krisis Besar seperti Covid-19
Direktur Institut Kesehatan Global dan Patogen Baru di Mount Sinai, Dr Adolfo García-Sastre, menegaskan bahwa varian ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit.
"Tidak ada bukti bahwa BA.3.2 menyebabkan penyakit yang lebih parah atau meningkatkan angka rawat inap di wilayah yang terdampak," ujarnya, dikutip dari Today, Senin (30/3/2026).
Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!