DPR Heran Anggaran Kemendikbudristek Berkurang Usai Penggabungan

Kiswondari
Hetifah Sjaifudian (Sindo)

JAKARTA, iNews.id - DPR mengkritisi dan menyayangkan pengurangan pagu anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang justru dikurangi drastis setelah adanya penggabungan 2 kementerian. Pemerintah diminta untuk tidak mengorbankan pendidikan.

Pasalnya, pada 2021 Kemendikbud mendapatkan alokasi Rp 81,5 triliun dalam APBN. Sementara untuk RAPBN 2022, Kemendikbudristek hanya mendapat Rp 73,1 triliun dari usulan Rp 93,2 triliun.

"Seharusnya dengan digabungnya Ristek ke Kemendikbud, anggaran bertambah dan bukan justru berkurang dari tahun sebelumnya. Hal ini kontradiktif dengan semangat pembangunan SDM yang menjadi tema pemerintahan kali ini," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian  dalam keterangannya, Sabtu (5/6/2021).

Untuk itu, Hetifah berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) mempertimbangkan hal tersebut.

Padahal, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Golkar bidang Kesra ini, dengan anggaran yang signifikan diharapkan dapat diarahkan ke digitalisasi pendidikan dan penanggulangan dampak pandemi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
3 hari lalu

Pajak Kurang Rp750 Triliun, DJP Kejar Target Rp2.357 Triliun hingga Akhir 2026

5 hari lalu

Bengkak! Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun per September

5 hari lalu

Belanja Negara Tembus Rp2.660 Triliun di September 2026, Tumbuh 19%

6 hari lalu

APBN Tekor Rp319 Triliun di September 2026, Menkeu Suahasil: Memang Didesain Defisit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal