DPR Optimistis 2026 jadi Tonggak Kebangkitan Ekonomi Pancasila

Felldy Aslya Utama
Ilustrasi tahun 2026 menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Pancasila. (Foto: freepik)

"Negara, melalui BUMN dan kebijakan publik, memiliki peran strategis sebagai penggerak dan penyeimbang pasar. BUMN tidak semata-mata dituntut mengejar keuntungan, tetapi juga menjalankan mandat konstitusional untuk menghadirkan keadilan ekonomi, menjaga stabilitas harga, dan memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat," tegasnya.

Nurdin menyatakan bahwa penguasaan negara atas sumber daya secara bertanggung jawab dinilai penting. Karena, kekayaan alam Indonesia diolah di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan rakyat. 

"Bukan diekspor mentah demi kepentingan jangka pendek. Prinsip keberlanjutan menjadi elemen penting dalam Ekonomi Pancasila. Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup dan generasi masa depan. Keadilan antargenerasi harus menjadi bagian integral dari perencanaan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dede Yusuf Tak Setuju Nama Jabar Diganti Tatar Sunda: Belum Perlu

57 tahun lalu

DPR Sebut Belum Terima Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

57 tahun lalu

PM India Narendra Modi Sambangi DPR, Disambut Prabowo hingga Puan

57 tahun lalu

Cadangan Devisa RI Naik Tipis jadi 145,6 Miliar Dolar AS pada Juni 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal