“Korban berjumlah 102 orang, terdiri atas selamat 99 orang dan meninggal dunia tiga orang,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Syafeii menjelaskan bahwa reruntuhan bangunan musala berjenis pancake collapse atau tumpukan beton yang saling menindih. Kondisi ini menyulitkan evakuasi sekaligus membuka kemungkinan masih ada korban yang bisa diselamatkan.
“Dimungkinkan masih adanya korban yang masih bisa diselamatkan, maka diperlukan operasi SAR dengan penanganan khusus oleh tim menggunakan peralatan khusus,” katanya.