Draf RUU Omnibus Law, Mendagri Menolak Pasal Kewenangan Memecat Kepala Daerah

Wildan Catra Mulia
Menko Polhukam Mahfud MD dan Medagri Tito Karnavian usai bertemu di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (17/1/2020). (Foto: Dok Puspen Kemendagri)

Pasal 78 UU Nomor 23 Tahun 2014 menyebut, pemberhentian kepala daerah dimungkinkan karena alasan meninggal dunia dan pengunduran diri dari kepala daerah yang bersangkutan.

Kastorius mengatakan, Mendagri Tito Karnavian berpandangan tata cara pemberhentian kepala daerah dalam draf RUU Omnibus Law telah selaras dengan ketentuan yang ada pada Pasal 79 UU Nomor 23 Tahun 2014, yaitu melalui Rapat Paripurna DPRD yang kemudian diusulkan kepada Presiden.

"Baik persyaratan maupun tata cara pemberhentian ini telah diadopsi di dalam draf RUU Omnibus Law," ujar Kastorius.

Dalam Pasal 519 draf RUU Ombibus Law juga memuat kewajiban kepala daerah seperti melaksanakan Program Strategis Nasional. Klausul itu juga termuat dalam Pasal 67 dan 68 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda. Sedangkan mengenai sanksi administrasi dan tata cara pelaksanaannya terhadap kepala daerah juga termuat dalam Pasal 68 dan 78.

"Dengan penjelasan di atas, Kemendagri melihat adanya upaya framing berita bernuansa provokatif atas substansi draf RUU Omnibusi Law, khususnya dalam kaitan hubungan kewenangan Pusat dan Daerah. Oleh karenanya penjelasan di atas kami harapkan dapat berguna sebagai klarifikasi publik guna menghindari kesalahpahaman di masyarakat terhadap draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja" tutur Kastorius.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
23 jam lalu

Kemendagri Sentil Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Ingatkan Efisiensi

Nasional
3 hari lalu

Jumlah Pengungsi Bencana Sumatra Turun, Kini Tersisa 11.250 Orang

Nasional
17 hari lalu

Prabowo Dapat Laporan Kepala Daerah: Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Nasional
19 hari lalu

Respons Fenomena Viralitas, BSKDN: Aspirasi Digital jadi Sinyal Penting Kebijakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal