Dua Mantan Ketua MK Prihatin Enam Laskar FPI Tewas Ditembak Polisi

Kurnia Illahi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva. (Foto: Sindo Media).

JAKARTA, iNes.id - Penembakan terhadap Laskar Front Pembela Islam (FPI) menuai keprihatinan dari sejumlah kalangan. Termasuk dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva.

Dia mengatakan, polisi tidak boleh berlebihan menggunakan senjata saat menegakkan hukum. Penggunaan senjata, kata dia harus proporsional. Menurutnya, peristiwa ini harus diungkap secara terbuka.

"Duka cita dan keprihatinan mendalam atas tewasnya 6 anak bangsa dalam insiden kepolisian dan FPI.  Hukum harus ditegakkan dengan adil, tidak dengan kekerasan, penggunaan senjata untuk penegakkan hukum harus perporsional tidak berlebihan. Perlu penyelidikan mendalam atas peristiwa itu," ujar Hamdan Zoelva melalui akun Twitter @hamdanzoelva sehari setelah peristiwa penembakan.

Keprihatinan juga disampaikan oleh mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. Dia mendoakan agar keenam anggota Laskar FPI itu diterima dengan baik di sisi Tuhan.

"Kita doakan 6 anggota FPI yang meninggal mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT. Selanjutnya kita tunggu saja dulu hasil penyelidikan Tim Komnas HAM, apa yang sebenarnya terjadi," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Curhat Dosen ASN di Sidang MK, Gaji Minim hingga Rela Jualan di CFD

57 tahun lalu

5 Mahasiswa Gugat 2 Pasal UU ITE ke MK, Minta Perlindungan Kebebasan Berpendapat

57 tahun lalu

Serikat Pekerja-Partai Buruh Desak DPR Bentuk UU Ketenagakerjaan Baru, Tindak Lanjut Putusan MK

57 tahun lalu

Lulusan Doktor Australia Curhat Gaji Pokok Dosen Unair Cuma Rp2,6 Juta Terungkap di Sidang MK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal