Dubes Vasyl Hamia-Nin Minta Masyarakat Indonesia Tak Percaya Propaganda Rusia

Yohannes Tobing
Seorang prajurit Ukraina berjalan di dekat kendaraan yang rusak, di lokasi pertempuran dengan pasukan Rusia. (Foto: Reuters)

"Di era teknologi modern dan terutama selama berlangsungnya perang, pesan dan informasi seperti itu menjadi viral, sehingga mencemarkan hati orang-orang dengan kebencian dan kegeraman," katanya.

Ditambahkannya, komunitas muslim Ukraina yang terdiri atas 2 juta orang selama beberapa dekade ini hidup bahagia bersama dengan kelompok-kelompok etnis dan agama lain. Salah satu kelompok masyarakat paling toleran di dunia.

"Mari, bersama kita berdoa untuk perdamaian dan kemakmuran setiap bangsa di seluruh dunia. Semoga perang kejam terhadap kemanusiaan ini segera dihentikan, Insya Allah. Allah merahmatimu," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya beredar kabar jika pasukan pemburu Chechnya mendukung adanya invasi Rusia. Kemudian melihat kondisi ini disebutkan bahwa Ukraina telah melumuri peluru menggunakan minyak babi untuk melawan pasukan Chechnya yang mayoritas umat muslim. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 hari lalu

Terungkap! Trump Desak Presiden Ukraina Zelensky Terbang ke Moskow Temui Putin, tapi Ditolak

6 hari lalu

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

6 hari lalu

Menlu Rusia Sebut Ukraina Bakal Rekrut Perempuan untuk Perang

7 hari lalu

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal