Eks Menkeu Fuad Bawazier Kritik Pengelolaan Kekayaan Alam Era Jokowi: Khianati UUD 1945

Iqbal Dwi Purnama
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier mengkritik kebijakan pengelolaan sumber daya alam (SDA) pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pengelolaan kekayaan alam Indonesia era Jokowi melenceng dari semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan penguasaan negara atas sumber daya alam (SDA).

Fuad menilai pada masa sebelumnya, pengelolaan SDA strategis seperti minyak masih lebih kuat berada dalam kendali negara melalui perusahaan-perusahaan milik negara. Dia mencontohkan pengelolaan migas yang sejak era Presiden pertama RI Sukarno hingga Presiden ke-2 RI Soeharto diarahkan agar sumber daya tersebut tetap menjadi milik negara, meskipun dalam pelaksanaannya pemerintah melibatkan perusahaan asing maupun swasta.

"Kemudian hamba Allah masuk, Pak Jokowi, mulai bikin aturan kalau kontrak karya habis dikasih ke asing, dikasih ke swasta. Harusnya dikasih ke pemerintah dulu," kata Fuad dalam diskusi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Fuad, pola serupa juga diterapkan pada komoditas tambang lainnya. Perusahaan asing dapat diberikan kontrak karya untuk melakukan kegiatan pertambangan, tetapi ketika kontrak berakhir, aset dan pengelolaannya semestinya kembali kepada pemerintah.

Namun, Fuad menilai kondisi tersebut berubah pada era Jokowi. Dia mengkritik kebijakan yang menurutnya memberikan ruang semakin besar kepada pihak swasta dan asing untuk menguasai pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Prabowo Sebut Kekayaan Alam Indonesia Anugerah Sekaligus Tantangan, Ini Penjelasannya

3 bulan lalu

Menhut Tawarkan Skema Investasi Konservasi Alam di Forum Internasional

4 bulan lalu

Petani Sawit Soroti Aturan Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam, Ingatkan Transparansi

2 hari lalu

Dokter Tifa bakal Laporkan Hakim Perkaranya ke KY hingga DPR, Merasa Dibatasi Tanya Saksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal