BPS mencatat, nilai ekspor hampir semua komoditas nonmigas unggulan mengalami peningkatan sepanjang 2025. Hanya komoditas batu bara yang nilai ekspornya menurun.
Ekspor besi dan baja misalnya, nilainya meningkat 8,41 persen secara tahunan menjadi 27,97 miliar dolar AS. Kemudian nilai ekspor CPO dan turunannya tumbuh 21,83 persen secara tahunan menjadi 24,42 miliar dolar AS. Sedangkan nilai ekspor batu bara sepanjang 2025 tercatat sebesar 24,48 miliar dolar AS atau turun 19,70 persen secara tahunan.
Sementara untuk negara-negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia, China masih menjadi yang terbesar dengan 24,02 persen dari pangsa pasar.
ASEAN menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan 19,12 persen dari pangsa pasar, diikuti Amerika Serikat (11,47 persen), Uni Eropa (7,15 persen), India (6,79 persen), dan negara-negara lainnya (31,45 persen).