Ekspresi Politik Generasi X, Y, dan Z pada Pemilu 2024

iNews.id
Dr. Novendra Hidayat, S.IP., M.Si. (Foto: Istimewa)

Secara demografi, jumlah milenial ini besar. Sayangnya, pertumbuhan generasi ini dalam beberapa pemilu terakhir belum mendapatkan ruang yang proporsional dalam proses kebijakan. Generasi milenial selama ini hanya menjadi objek politik yang diperdagangkan. Dengan jumlah yang besar, seharusnya milenial adalah subjek perubahan. Mereka semestinya diajak bersahabat untuk memengaruhi kebijakan, sehingga dapat berpartisipasi dalam politik secara mandiri. 
 
Hal inilah yang sering dilanggar oleh partai politik (parpol) dan politisi. Mereka memberlakukan generasi milenial sebagai lokomotif perubahan masih sebatas di kertas suara. Akhirnya, kaum milenial tidak mendapatkan "empati" bahwa politik adalah bagian dari perjuangan generasi mereka di masa depan, baik yang ditelurkan lewat undang-undang atau pun peraturan.

Lahirnya sejumlah politisi muda di daerah belum menjadi  representatif milenilal dalam kebijakan. Kehadiran mereka sebagai politisi tidak lahir dengan “darah merah” milenial kebanyakan, melainkan mengusung “darah biru” dari pendahulunya, yang secara umur dikategorikan milenial. 

Sementara itu, generasi Z atau Gen Z yang lahir pada 1995-2010 (usia maksimal 28 tahun)  tumbuh di dunia yang serba digital dan canggih. Keadaan ini membuat Gen Z memiliki ketergantungan pada teknologi (gadget mania) yang ditandai dengan aktivitas yang tinggi pada media sosial.

Gen Z dapat memanfaatkan akses teknologi informasi yang sangat terbuka hari ini dengan baik membuatnya tak sulit dalam menentukan pilihan politik. Sayangnya, generasi ini terlanjur dicap apolitis dan cenderung dianggap "masih labil" karena karakternya yang gadget mania dan serba praktis. Posisinya sebagai sebagai pemilih pemula dan apolitis tersebut membuat sebagian kalangan masyarakat menilai Gen Z ini sekedar ikut-ikutan dan mudah terbujuk rayu. 

Hal ini disebabkan masih relatif minimnya pengalaman dalam melihat realitas politik. Sebuah kondisi yang sangat disayangkan sebenarnya. Sebab, menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), hasil Sensus 2020 menunjukkan bahwa populasi Gen Z di Indonesia mencapai 68,6 juta jiwa atau 27,9 persen dari total penduduk Indonesia yakni sekitar 270,20 juta jiwa. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Seleb
9 hari lalu

Tren Baju Lebaran 2026 ala Gen Z, Tak Harus Baru yang Penting Kompak!

Health
17 hari lalu

Gen Z Makin Melek Kesehatan, Ini Buktinya!

Internasional
17 hari lalu

Nepal Bakal Dipimpin Perdana Menteri Mantan Rapper, Usia Masih 35 Tahun

Gadget
23 hari lalu

Platform Online Bisa Jadi Medium Aksi Nyata Jaga Lingkungan, Ini Buktinya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal