Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, El Nino secara historis membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dan panjang, terutama di wilayah selatan khatulistiwa.
“Untuk di Indonesia selalu secara historis fenomena El Nino itu memperkering musim kemarau sehingga musim kemaraunya lebih panjang di sebagian wilayah Indonesia khususnya yang berada di Selatan Katulistiwa,” ucap Ardhasena.
Dampak El Nino terlihat dari panjangnya periode tanpa hujan di sejumlah wilayah. BMKG mencatat hari tanpa hujan secara berurutan lebih dari 60 hari tersebar di 25 provinsi.
Bahkan, hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Bantul, yakni mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan.
“Nah salah satu indikasi dari dampaknya El Nino adalah kekeringan yang dialami berbagai wilayah di Indonesia seperti kita lihat di slide ini banyak lokasi pengamatan yang sudah melaporkan hari tanpa hujan berurutan lebih dari 60 hari yaitu tersebar di 25 provinsi dengan hari tanpa hujan terpanjang saat ini di wilayah Bantul yaitu sepanjang 131 hari atau lebih dari 4 bulan,” kata dia.