Epidemiolog Ungkap Risiko Wabah Pes Rusia Masuk Indonesia Sangat Kecil

Muhammad Sukardi
Wabah Pes menghantui Rusia. (Foto: X)

Dia mengatakan gejala penyakit tersebut juga dapat dideteksi dan ditangani menggunakan terapi yang tersedia.

"Biasanya akan bisa ditangani dalam dua sampai tiga hari dengan antibiotik yang ada saat ini," ujarnya.

Penularan Pes Perlu Diwaspadai

Meski risiko penyebaran ke Indonesia dinilai sangat kecil, bukan berarti penyakit pes dapat diabaikan. Pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan memiliki beberapa bentuk, salah satunya pes pneumonik yang menyerang paru-paru.

Bentuk tersebut dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan, terutama dalam kontak dekat. Karena itu, deteksi dini dan penanganan medis tetap penting apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut setelah memiliki riwayat paparan.

Dokter Dicky menjelaskan, pola penularan juga menjadi salah satu faktor dalam menentukan apakah sebuah penyakit memiliki potensi berkembang menjadi pandemi.

Namun, menurut dia, kondisi tersebut tidak serta-merta menjadikan kasus pes di Rusia sebagai ancaman pandemi global.

Dengan tersedianya antibiotik efektif serta karakteristik penyakit yang sudah dikenal, dr Dicky menilai masyarakat Indonesia tidak perlu panik menyikapi kasus tersebut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
11 jam lalu

Wabah Pes Rusia Bakal Jadi Pandemi Baru? Ini Kata Epidemiolog!

11 jam lalu

Geger! AS Mulai Turun Tangan Pantau Dugaan Wabah Pes Rusia

13 jam lalu

Wabah Pes Diduga Menyerang Rusia, 200 Orang Dikarantina usai Bakteri Bocor dari Lab!

18 hari lalu

Terungkap! Ini Penyebab Wabah HIV Menggila di Fiji hingga Ditetapkan Darurat Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal