"Tahun ini kami melihat bukan hanya peningkatan jumlah partisipasi, tetapi juga konsistensi dukungan dari perusahaan dan delegasi yang kembali berpartisipasi. Hal ini menunjukkan pentingnya platform untuk bertemu, bertukar perspektif, dan memperkuat kolaborasi di industri ini," kata dia.
Menurut dia, kebutuhan industri saat ini tidak hanya pada forum diskusi formal, tetapi juga ruang interaksi yang lebih cair agar pertukaran ide dan solusi bisa terjadi secara lebih natural.
"Kami ingin menciptakan environment yang lebih mengalir, karena ini adalah sesuatu yang memang dibutuhkan industri saat ini," ujarnya.
Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya melalui pengembangan mineral kritis yang menjadi tulang punggung energi masa depan. Selain itu, penerapan teknologi dan inovasi di sektor pertambangan juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan dampak lingkungan.
"Kolaborasi yang kuat akan menentukan bagaimana kita bisa mengoptimalkan potensi tersebut secara berkelanjutan," tambah Herry Permana.