Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Muhammad Sukardi
Kasus demam berdarah banyak menewaskan anak-anak. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Ia menjelaskan, virus dengue terdiri atas empat serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Seseorang yang pernah terinfeksi salah satu serotipe hanya memiliki kekebalan terhadap virus tersebut, tetapi tetap berisiko tertular serotipe lainnya.

Karena itu, orang tua tidak boleh lengah meski anak pernah mengalami DBD.

Selain mencegah gigitan nyamuk, orang tua juga perlu memahami tanda bahaya yang dapat muncul ketika anak sakit.

"Orang tua tidak boleh langsung merasa aman ketika demam anak mulai turun. Pada sebagian pasien, tanda bahaya justru dapat muncul setelah demam mereda," jelasnya.

Menurut dr Ikhsan, beberapa gejala yang harus segera mendapat penanganan medis antara lain muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan atau gusi berdarah, tubuh sangat lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.

Di sisi lain, dampak DBD tidak berhenti saat pasien keluar dari rumah sakit. Anak yang terinfeksi dapat kehilangan waktu belajar, tertinggal pelajaran, bahkan masih merasakan kelelahan selama beberapa minggu setelah dinyatakan sembuh.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
7 jam lalu

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

9 jam lalu

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

7 hari lalu

Fantastis! Beban Ekonomi akibat DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024

17 jam lalu

5 Fakta Skoliosis Alyssa Soebandono yang Baru Terungkap, Nomor 4 Bikin Kaget!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal