Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

Muhammad Sukardi
Kasus demam berdarah banyak menewaskan anak-anak. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sepanjang 2025 sebanyak 59 persen kematian akibat dengue terjadi pada kelompok usia 0-14 tahun.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa DBD bukan sekadar penyakit yang menyebabkan demam tinggi, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi berat yang mengancam nyawa apabila terlambat ditangani.

Selain itu, kelompok usia 5-14 tahun tercatat secara konsisten menjadi kelompok dengan proporsi kematian akibat dengue tertinggi selama periode 2018-2025.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr Ikhsanuddin Qothi, mengatakan salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa seseorang yang pernah terkena DBD tidak akan terinfeksi lagi.

"Setelah terinfeksi salah satu serotipe, seseorang masih dapat terinfeksi kembali oleh serotipe yang berbeda. Infeksi berikutnya bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya dengue berat," ujar dr. Ikhsan dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026). 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
9 jam lalu

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

12 jam lalu

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

7 hari lalu

Fantastis! Beban Ekonomi akibat DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024

19 jam lalu

5 Fakta Skoliosis Alyssa Soebandono yang Baru Terungkap, Nomor 4 Bikin Kaget!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal