Fakta Mengejutkan! Banyak Anak Indonesia Ngaku Dewasa agar Bebas Main Medsos

Annastasya Rizqa
Ilustrasi anak sedang main medsos. (Foto: Ilustrasi AI)

“Kalau pola perilakunya menunjukkan anak-anak, meskipun akunnya terdaftar sebagai dewasa, sistem bisa langsung membatasi akses ke konten berbahaya,” jelas Nezar.

Dorongan ini sejalan dengan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital. Beberapa platform global besar bahkan disebut sudah mulai menguji coba teknologi serupa di sejumlah wilayah.

Nezar berharap pendekatan safety by design tidak hanya dijadikan formalitas kepatuhan regulasi, tetapi menjadi bagian dari budaya perusahaan digital dalam menciptakan ruang online yang aman bagi anak.

Di sisi lain, Ketua Umum idEA Hilmi Adrianto menilai langkah pemerintah tersebut sebagai upaya penting. Menurut dia, meski dunia digital memberi manfaat edukatif, risiko paparan konten tidak sesuai usia masih sangat tinggi.

“Tantangannya adalah menghadirkan teknologi yang efektif menyaring konten negatif tanpa menghambat anak mengakses informasi positif dan inovatif,” kata Hilmi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngenes! Komdigi Akui Banyak Anak Indonesia Manipulasi Usia di Medsos

57 tahun lalu

Komdigi Buka Lagi Akses Grok AI di Indonesia, Pengawasan Ketat Harga Mati!

57 tahun lalu

Usai Blokir Dibuka, Grok Dipantau Ketat Komdigi!

57 tahun lalu

Komdigi Pastikan Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Transparan, Dokumen Peserta Dievaluasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal